Kisah Juned Sapi Berkaki Tiga di Sragen, Tingkahnya Menggemaskan, Si Pemilik Nangis Jika Dipisahkan

Warga Sragen Jawa Tengah dihebohkan dengan kabar lahirnya anak sapi berkaki 3. Anak sapi unik ini lahir di Dukuh Krisan, Desa Tangkil, Kecamatan/Kabupaten. Oleh pemiliknya, Suwarno, sapi berjenis limosin tersebut diberi nama Juned.

"Lahirnya susah, nggak bisa keluar, kendalanya kakinya kan cuma 1, pas didalam (perut) terlipat (kakinya) " tambahnya. Kemudian dengan dibantu 2 orang, Juned akhirnya dapat dikeluarkan dari perut induknya, dengan kondisi hanya memiliki 3 kaki. Setelah melahirkan, induk Juned menunjukkan reaksi berbeda, yang malah takut dengan peranakannya sendiri.

"Setelah keluar, induknya nggak mau membersihkan lendirnya, takut, bawaannya pingin lari, setelah dijauhkan, induknya tenang, didekatkan lagi, kayak mau lari lagi" cerita Suwarno sambil tertawa geli. Akibatnya, sapi berwarna coklat keemasan tersebut, tak mendapatkan asupan susu dari induknya, dan hanya diberi nutrisi tambahan oleh Suwarno. "Minumnya setiap 3 jam sekali, kalau haus, ya mendatangi saya, sudah mengerti dia" katanya.

Setelah 13 hari sejak dilahirkan, kondisi Juned mulai membaik dan dalam keadaan sehat, bahkan mampu berlari. Bak Anak Sendiri, Pemilik Sapi Rela Tidur di Kandang Demi Berikan Susu untuk Juned Juned, sapi berkaki 3 peranakan sapi jenis limosin berwarna coklat keemasan itu diperlakukan bak anak sendiri oleh Suwarno, si pemilik. Bahkan, pria berusia 60 tahun tersebut, rela tidur di gubuk dekat kandang sapi yang didirikannya, untuk memberikan susu dan mengawasi Juned saat malam hari.

Suwarno mengaku, semenjak dilahirkan sudah banyak orang yang menanyakan, apakah Juned akan dijual. "Ya nggak (dijual), cuma sementara ini, coba saya rawat dulu, beda kalau sudah mandiri, bisa makan sendiri, kalau masih bayi kasihan," ujarnya. Suwarno menceritakan betapa menggemaskan tingkah Juned, saat sedang merasa lapar.

"Teringat, kalau lapar pasti mencari yang memberinya minum, jam 9 otomatis berdiri, nyari saya, kalau sudah kenyang, terus tidur disana," kenang dia. Selain itu, setiap jam 6 pagi, Juned memiliki kebiasaan unik yang mengikuti kemanapun Suwarno pergi yang kemudian enggan pulang. "Kalau sudah diluar, susah untuk diajak pulang, saya siasati dengan menarik perhatiannya dengan dot kosong, kemudian dia mengikuti sampai masuk kandang" ujarnya.

Tingkah menggemaskan Juned, menjadi hiburan tersendiri bagi Suwarno. "(tingkahnya) Lucu, menyenangkan sekali lihatnya. Kalau Juned dibawa pergi, saya nangis," pungkasnya. Artikel ini merupakan bagian dari

KG Media. Ruang aktualisasi diri perempuan untuk mencapai mimpinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.